Radang Tenggorokan

Bagaimana cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada anak Balita

Radang tenggorokan sering kali menyerang anak balita, radang tenggorokan terjadi akibat radang atau infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptococcus beta hemolyticus,  streptococcus pyogenes,  streptococcus  vieidians. Selain karena bakteri, radang tenggorokan juga bisa dipicu oleh virus, yang penularannya melalui air liur.

Gejala Umum Radang Tenggorokan pada Anak Balita?
Perlu smartparents ketahui, gejala umum yang muncul ketika anak terkena radang tenggorokan, sebagai berikut:  Anak mengalami panas yang bisa mencapai 40 derajat C, lesu, nyeri sendi, nyeri telan, hilang nafsu makan, nyeri telinga,  rasa kering dan gatal pada tenggorokan. Biasanya di bawah kelenjar dibawah rahangnya, akan terlihat bengkak dan bila di tekan akan terasa nyeri.

Jangan panik, bila kondisi ananda seperti ciri-ciri diatas, beri tindakan pertolongan pertama, seperti bila anak demam, berikan obat penurun panas seperti biasa. Sikecil harus banyak ber istirahat, hindari makanan / minuman yang merangsang, dan berikan makanan yang mudah dicerna. Segeralah ke dokter anak untuk konsultasi.

Pengaturan pola makan untuk anak yang terkena radang tenggorokan adalah sebagai berikut:

  • Berikan makanan yang kaya kandungan protein, seperti telur dan susu, karena jenis makanan ini  dapat membantu perbaikan sel sel yang rusak.
  • Tinggi kandungan vitamin A dan C, berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Pilih jenis makanan yang bertekstur halus dan lembut, atau sangat baik juga memberikan makanan yang mengandung kuah/cairan yang banyak.

HINDARI…

  • Makanan yang berbumbu, dan kuat rasa asam  nya, pedas, serta di olah menggunakan minyak atau di goreng.
  • Hindari buah yang rasanya asam, seperti kecapi. Buah yang sepat seperti jambu air dan buat yang rasa/bau nya tajam seperti duren dan nangka.

Demikian sharing tentang Radang tenggorokan pada anak balita, semoga bermanfaat. (SA/2011)

 

Baca Artikel Terkait: Pengaturan Pola Makan Untuk Anak Obesitas

 

Leave a Reply

Klik LIKE untuk Berdiskusi :-)